About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kelulusan UN SD Ditentukan oleh Sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Kelulusan siswa Sekolah Dasar yang mengikuti Ujian Nasional Berstandar Nasional tahun ajaran 2010/2011 sepenuhnya ditentukan oleh pihak sekolah melalui rapat dewan guru di sekolah masing-masing. "Berbeda dengan UN tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat yang kelulusannya menerapkan 40:60, yakni 40 persen ditentukan berdasarkan ujian sekolah dan 60 persen dari hasil UN," kata Ketua Ujian Nasional Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Ilyas Sitorus, di Medan, Senin (9/5).

Namun untuk siswa SD, kata dia, wewenang kelulusan sepenuhnya diberikan kepada pihak sekolah. Namun tentunya tetap berpegang kepada ketentuan yang telah ditetapkan oleh pusat dalam hal penilaian kelulusan untuk siswa SD. "Salah satu syarat yang harus dipenuhi misalnya siswa harus benar-benar menyelesaikan pelajarannya dari kelas 1-6 atau 12 semester dan memang lulus dalam ujian nasional sesuai nilai yang telah ditetapkan," katanya.

Tahun Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar sederajat di Sumatera Utara akan diikuti sebanyak 279.710 siswa yang digelar selama dua hari yakni 10-12 Mei 2011. Dari 279.710 tersebut, sebanyak 266.853 orang dari SD, 13.034 MI dan 104 dari SD Luar Biasa. Jika dilihat dari jumlah peserta, maka Medan merupakan peserta paling banyak yakni sebanyak 42.120 siswa dan Deli Serdang 20.100 siswa.

Sementara tempat ujian yang dipakai untuk UN SD tersebut sebanyak 18.449 ruangan dari 8.913 sekolah yang menyelenggarakan UN tingkat SD sederajat tersebut. Berbeda dengan ujian SMA dan SMP yang menggunakan lima tipe soal ujian, dalam UN tingkat SD ini hanya menggunakan dua tipe yakni tipe pertama untuk ujian utama dan tipe kedua untuk ujian susulan.

"Bagi yang ikut ujian susulan harus dapat membuktikan ketidakhadirannya dalam ujian utama tersebut dengan alasan yang dapat diterima. Misalnya kalau sakit harus ada surat keterangan sakit dari dokter," katanya.

Dia mengatakan, mata pelajaran yang diujikan pada UN tingkat SD, untuk hari pertama adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika serta hari terakhir pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Muatan soal untuk SD, sebanyak 75 persen diracik dari provinsi dan 25 persen dari pusat. Jadwal ujian UN SD akan dilaksanakan pada 10-12 Mei 2011, untuk ujian susulan 18-20 Mei 2011, pemindaian 11-31 Mei 2011, dan kelulusan 20 Juni.

"Untuk pemindaian lembar jawaban ujian SD dilakukan di setiap kabupaten/kota masing-masing. Kami juga telah melaksanakan kegiatan pelatihan scanning lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tingkat SD sederajat bagi petugas di kabupaten/kota agar. Ini dilakukan agar petugas lebih memahami cara kerja dalam pemindaian tersebut," katanya.


Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
Repro: http://www.republika.co.id (Senin, 09 Mei 2011 16:14 WIB)

Dikdas : Menuju Data yang Komprehensif


Ir. Drs. Nono Adya, MM.,MT Arch., Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional;yang menguasai data dan informasi, akan menguasai dunia.
Yogyakarta (Dikdas): Workshop Sosialisasi Sistem Pendataan Pendidikan Dasar yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Nasional merupakan langkah maju untuk menerapkan sebuah sistem pendataan yang bisa menghasilkan data pendidikan yang komprehensif.

Hal itu tergambar dalam paparan Ir. Drs. Nono Adya, MM.,MT Arch., Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional, ketika menyampaikan paparannya tentang Kebijakan Sistem Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, di Aula Hotel Saphir, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis malam kemarin (21/07).


Dalam kesempatan itu, Nono Adya menyampaikan tentang bagaimana memperoleh data individual, baik untuk siswa, guru dan sekolah.

“Sekarang ini, kebijakannya adalah bagaimana kita melakukan pendataan individual siswa, individual guru dan individual sekolah. Jadi nanti ketika seorang siswa sudah memegang kartu, maka kartu itu akan berguna seumur hidup,” tegas Nono Adya.

Butuh berapa lama proses pendataan tersebut? Menjawab hal ini, Nono Adya mengambil contoh Negara Amerika, yang butuh sepuluh tahun lebih untuk bisa memperoleh data komprehensif tersebut.

“Pasti lama. Amerika saja sepuluh tahun, dan itu tidak selesai. Jadi mulai tahun ini kita sosialisasikan proses pendataan individual ini, yang implementasinya mungkin tahun depan dengan uji coba tahun ini. Untuk sementara, yang melakukan adalah beberapa kabupaten/kota, khususnya yang mengikuti workhsop ini,” jelas Nono Adya.

Signifikasni Data dan Informasi

Dalam kesempatan itu, Nono Adya juga memberi motivasi kepada para peserta Workshop Sosialisasi Sistem Pendataan Pendidikan Dasar, yang terdiri dari penanggung jawab KK-Datadik tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta staf LPMP. Menurut Nono Adya, orang yang bekerja di bagian pendataan merupakan orang yang selalu dibutuhkan pimpinan. Lebih jauh, bila orang mampu menguasai data secara komprehensif, karir pekerjaannya akan mudah naik.

“Bila bapak ibu sudah bisa mengolah data menjadi informasi, maka bapak dan ibu sekarang bisa menjadi kasubag data, kemudian jadi kepala dinas dan bupati,” ujar Nono Adya.

Nono Adya tidak sedang bergurau. Karena sudah banyak orang atau lembaga yang menerapkan kalimat bijak bahwa yang menguasai data dan informasi, akan menguasai dunia.

“Kita tahu Freeport, Newmont dan lain-lain. Siapakah mereka? Apakah Indonesia? Tidak. Mereka adalah yang menguasai data dan informasi. Mereka tahu bahwa di dalam tanah kita ini mengandung sesuatu yang sangat berharga, jauh sebelum kita mengetahuinya,” kata Nono Adya.

Karena itu, tambah Nono Adya, tidak ada ruginya bagi seseorang yang bisa menguasai data dan mengolahnya menjadi informasi yang berguna.

Sementara itu, untuk bisa menghasilkan data dan informasi yang berharga, Nono Adya mengutip kalimat bijak dari buku The Art of War buah karya Jenderal Sun Tzu, yaitu kenalilah musuh Anda dan diri Anda, maka kemenangan Anda tidak terancam. Artinya, dengan menguasai seluk-beluk dunia pendidikan, dan juga kemampuan diri, maka data dan informasi pendidikan akan mudah diperoleh.* [Adib Minnanurrachim]

Wamendiknas : Tunjangan Guru Jangan Lagi Disunat

Ilustrasi




JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional meminta tunjangan bagi guru pegawai negeri sipil daerah seluruhnya masuk ke kantong guru. Pejabat di Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota maupun kepala sekolah diperingatkan agar tak mengutip pungutan liar terhadap Tunjangan Profesi Pendidik maupun Dana Tambahan Penghasilan guru daerah.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, setiap kali pencairan tunjangan guru, isu pungli maupun penyunatan selalu mencuat.  Banyak pejabat daerah yang merasa berjasa sehingga dana tersebut cair hingga ke tangan guru, sehingga mengutip sekian persen dari tunjangan tersebut.

"Pungli dan penyunatan terhadap tunjangan guru tidak dibenarkan, oleh siapa pun, seberapa pun besarnya, dengan alasan apa pun," tegas mantan rektor Universitas Andalas ini.

Bila terdapat praktik penyunatan maupun pungutan liar yang merugikan tersebut, Musliar meminta guru melaporkan pada komite pengawas pemda hingga ke Kemendikbud agar ditindaklanjuti. "Kami akan beri sanksi bagi yang melakukan," terangnya.

Musliar mengakui, pencairan tunjangan profesi maupun dana tambahan penghasilan dicairkan melalui mekanisme langsung ke rekening masing-masing guru. Namun, transfer ke rekening masing-masing dilakukan setelah dana berada di dinas pendidikan di kabupaten/kota. Dengan demikian, masih terbuka peluang bagi dinas pendidikan di daerah untuk melakukan pungutan liar maupun penyunatan.

Meski demikian, mantan ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia ini mengakui ada pungutan yang masih dapat ditoleransi oleh Kemendikbud. Yakni, pungutan sukarela yang digunakan untuk pengembangan kompetensi pendidik, misalnya membayar iuran dengan tunjangan yang diterima untuk mengadakan seminar-seminar atau pelatihan peningkatan kemampuan mengajar. "Jika kasusnya seperti ini, tahu sama tahu, suka sama suka dan untuk pengembangan kemampuan tidak masalah," tutur Musliar.

Sesuai dengan tujuan pencairan tunjangan profesi, Musliar berharap tunjangan yang diterima guru tersebut tidak dihabiskan untuk belanja kebutuhan sehari-hari, namun sebagian disisihkan untuk peningkatan kemampuan mengajar.

Kementerian Keuangan Maret lalu telah mencairkan rapelan trismester pertama dari dua tunjangan guru ke daerah. Tunjangan Profesi Pendidik sebesar satu kali gaji pokok diberikan bagi guru PNS yang telah lolos sertifikasi. Sementara, tunjangan Dana Tambahan Penghasilan senilai Rp 250 ribu per bulan diberikan bagi guru daerah non sertifikasi. (wan/noe)

Tips dan Kiat Sukses Menghadapi Ujian Nasional 2012

Ujian Nasional hampir tiba, sudah waktunya kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar sukses dalam menghadapi Ujian Nasional. Berbagai persiapan harus dilakukan oleh para siswa kelas akhir dari berbagai tingkatan mulai tingkat SD/MI ( Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah ), SLTP/MTs ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Madrasah Tsanawiyah ) dan juga SLTA / MA ( Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dan Madrasah Aliyah ). Persiapan yang harus dilakukan mulai mental, kesehatan dan kemampuan otak agar dalam pelaksanaan UN nanti bisa berhasil secara maksimal sesuai dengan diharapkan. Berbagai upaya dilakukan. Ada cara yang benar (belajar sungguh-sungguh dan banyak mengerjakan kisi-kisi UN). Dan ada juga cara yang ‘salah’ (mencari kunci jawaban dan bocoran UN). He he he. Mana yang akan anda pilih? Target kelulusan UN Rata-rata Nilai Akhir (NA) minimum 5,5, dengan formasi nilai terdiri dari 60% dari nilai UN ditambah dengan 40% nilai sekolah. Jangan lupa nilai akhir setiap mata pelajaran tidak boleh di bawah 4,0. Dengan adanya penilaian semacam itu membuat para siswa semakin harus ‘bekerja keras’ untuk bisa berhasil dalam menghadapi UN dan mendapatkan hasil yang memuaskan ( lulus )

Berikut saya kutip untuk anda para pelajar/siswa kelas akhir yang akan menghadapi Ujian Nasional.Semoga dengan tips yang ada ini bisa memberikan sedikit sumbangan motivasi dan tenang dalam menghadapi Ujian Nasional nanti.

1. Persiapkan Diri

Belajar adalah kunci mutlak pertama dalam menghadapi ujian. Sebaiknya kamu belajar sejak dini dan sering mengikuti Pra Ujian/Try Out. Kamu juga dapat berlatih menyelesaikan soal-soal ujian yang ada di buku kisi-kisi UN, sehingga kamu lebih mantap dan siap dalam menghadapi UN.

2. Ukur Kemampuan

Siswa harus bisa mengetahui seberapa kemampuannya. Mengetahui kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, dalam materi pelajaran apa siswa mengalami kesulitan memahaminya. Jika ada pelajaran yang kurang dipahami, maka disarankan lebih giat lagi belajarnya.

3. Menjaga kondisi Kesehatan tubuh

Kesehatan tubuh merupakan modal yang sangat penting untuk kamu bisa melakukan aktivitas kamu, termasuk belajar. Oleh sebab itu sudah semestinya siswa selalu menjaga kesehatan, sehingga ketika ujian tubuh dalam kondisi sehat, segar, dan fit. Jam tidur juga harus diperhatikan, jangan sampai kurang, serta konsumsi makanan bergizi, dan jangan lupa berolahraga secara teratur.

4. Menyiapkan peralatan ujian dengan baik

Pastikan kamu membawa peralatan ujian yang kamu butuhkan.

5. Datang Lebih Awal

Datang minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan, kamu akan punya waktu mempersiapkan mental dan fisikmu. Ini akan membantu kamu lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.

6. Tenang dan Percaya diri

Biasakan untuk percaya diri dan tenang, serta berdoa sebelum memulai ujain. Dengan berdo’a kamu akan lebih tenang dan percaya diri.

7. Jangan tegang

Memang dalam menghadapi ujian kita kerap merasa tegang. Tetapi lebih baik dibawa santai saja dalam mengerjakan setiap soal sebab kondisi tegang saat ujian akan merusak konsentrasimu.

8. Membaca Perintah ujian

Bacalah perintah ujian dengan baik dan tidak terburu-buru, sebab seringkali mengabaikan perintah menjawab soal membuat kamu salah dalam memberi atau memilih jawaban.

9. Seleksi Soal

Dahulukan soal yang kamu anggap mudah, ini akan membantu kamu dalam efisiensi waktu.

10. Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban

Untuk soal pilihan ganda abaikan jawaban yang kamu tahu salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahuinya secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai diberlakukan. Untuk soal ujian esai pikirkan dulu jawaban sebelum menjawab, buat kerangka singkat dengan mencatat beberapa ide yang ingin kamu tulis.

11. Koreksi Kembali Jawaban Soal

Periksa kembali jawaban yang sudah kamu tulis, hingga bila ada kekurangan kamu dapat dengan segera bisa memperbaiki jawaban.

12. Jangan Terburu-buru

Jangan pernah mengerjakan ujian dengan terburu-buru atau tergesa-gesa, ini bisa menyebabkan jawaban ujian tidak maksimal, kalau sudah selesai mengerjakanpun jangan terburu-buru untuk meninggalkan ruangan, pergunakan sisa waktu untuk memeriksa kembali jawabanmu.

13. Tutup dengan Do’a

Sebagaimana kamu berdo’a memulai ujian, berdo’alah juga setelah selesai mengerjakan. Dan ingat manusia hanya bisa berencana, Tuhan jugalah yang menentukan hasilnya.

Itulah beberapa tips dan kiat yang bisa kamu jadikan referensi dan motivasi, serta panduan untuk belajar dalam menghadapi UN 2012, selebihnya kita serahkan semua kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Usaha dengan melakukan tips tips di atas sangat penting. Berhasil atau tidak Allah yang akan menentukan. 
Semoga sukses.


Tips ini saya dapat dari blog sahabat kita :  http://muktiblog.com